fase paling menyedihkan dalam lingkaran urutan kehidupan percintaan
memang ini bukan kali pertama
namun rasanya sama saja, malah semakin terasa memberatkan
selalu saja, menyesakkan dan melumpuhkan setiap indra saya,
kontrol akan pikiran dan hati kacau balau.
rusak, dan hancur
iya menyedihkan.
mengagumkan memang Tuhan dapat menciptakan hal bernama cinta dan rasa.
mengagumkan sekali saat kita tau seseorang dapat menjadi poros kehidupan kita,
sumber dari tawa dan tangis di saat yang sama.
bahkan ia dapat dengan mudahnya membolak-balik ritme kehidupan kita.
dan saya hanya manusia,
satu manusia yang sudah pernah menikmati manis dan pahitnya rasa,
tidak adil memang saat saya hanya berharap bahagia dalam suatu kisah
selalu berharap akan cerita yang berujung
dan sekarang saya meragukan semuanya,
karena realitas dan idealitas bedanya setipis kertas
sekuat apapun bertahan hanya tinggal masalah waktu menyadarkanmu, bahwa ia tidak ada lagi disana
ia yang jadi penawar rindumu,
ia yang mengisi sela jari-jarimu,
ia yang memelukmu saat kedinginan,
ia yang menyuapimu saat engkau sakit,
ia yang mencintai setiap kekurangan dari dirimu,
dan saya yang telah jatuh cinta dalam sempurnanya ia mencintaiku
jatuh terlalu dalam.
entah itu yang disebut ketulusan atau malah kebodohan
jika memang tulus, tapi mengapa tak pernah berbalas baik
jika itu bodoh, mengapa begitu yakin
saya lelah,
bukan lelah untuk mempertahankan, lelah karena harus mencicipi sakit ini lagi dan lagi
bolehkah saya meminta satu saja, kebahagiaan.
semua orang menginginkan itu bukan?
dan kebahagiaan saya sederhana,
sangat sederhana,
menghabiskan hidup dan waktu denganmu.