Setahun, ibarat pohon mungkin seharusnya sudah berbuah ya dalam waktu sebegitu lama.
selama 12 bulan saya minim karya dan saya tidak membanggakan hal itu.
kawan saya berkata bahwa ia lebih suka menulis mengenai indahnya rasa cinta dan rindu di dalam arena menulisnya, namun saya cenderung meluapkan rasa sedih dan patah hati yang amat dalam.
hei setiap orang memiliki cara berduka dan berdamainya masing-masing, tidak akan persis sama entah itu dari segi waktu maupun tingkah lakunya.
ketika kita patah hati, cenderung akal tidak punya kuasa atas tubuh kita. Tidak selera makan, lupa tidur, menangis kapanpun dimanapun, dan yang paling sulit diusir itu tak lain tak bukan yaitu rindu.
namun saat ini rindu saya tidak pernah berbalas.
Apa kalian pernah merasakan diusir dari kehidupan orang yang paling kita sayangi?
dipaksa menjauh saat sedang sayang-sayangnya?
menjadi orang paling dijauhi oleh ia yang dulu selalu disampingmu?
apakah kalian pernah?
jika iya mungkin kalian akan tersenyum membaca ini..
patah hati diumur pertengahan 20-an mungkin menjadi patah hati terdashyat bagi saya.
rasanya tidak pantas menyebut hubungan yang telah saya jalani hingga hitungan tahun sebagai hubungan numpang lewat, terlebih untuk setiap waktu tenaga pikiran dan perasaan yang ada selama itu, bahkan mungkin sampai sekarang.
namun rasa sayang ini tidak berakhir baik, entah salah siapapun itu bunga rasa telah layu :')
saya ingin berusaha hingga mungkin hati saya habis tak tersisa lagi, untuk kembali membuktikan bahwa ia masih pantas untuk dipertahankan, bahwa kami masih layak untuk bersama-sama.
saya ingin ia melihat lebih dalam, jauh ke dalam hati dan pikiran saya akan semua hal baik dan buruk yang telah kita hadapi bersama.
namun saya cuma punya kenangan lalu, hanya itu yang mungkin masih tersisa dari kata "kami".
mungkin ia sudah lupa tentang hari-hari baik itu, tentang mimpi yang pernah kami ceritakan bersama.
tak mengapa toh sekarang pun rasanya telah habis.
Sebaik apapun kalian untuk mencintai seseorang jika ia tidak merasa nyaman saat berada di sampingmu, di saat itu kalian tau.
Tahap terbaik mencintai dengan tulus adalah membiarkannya menggapai kebahagiaannya sendiri.
Mungkin kau ingin tau, sayang aku tak bisa di sisimu saat otakmu sibuk merindukan ia yg ingin kau peluk.
Siksaan paling berat bagi seorang wanita adalah memandang yg ia cinta mengagumi yg lain.
Saya tak akan memaksa, toh ini salahku juga
Saya hanya ingin tenang
Jika jawabannya mencintaimu dari jauh, tak apa
Asal kau masih hidup dan bahagia
Itu cukup.
Ps : tulisan ini telah ada sejak lama namun saya baru temukan lagi.
Kepala bisa pecah kalau ga dikuras isinya
Dan dalam setiap catatan selalu ada doa,
Semoga kita kuat melalui apa yg harus dihadapiđź’™