dalam waktu semalam, hatiku dijungkir balik. terhitung dua hari semenjak kau melepaskan diri dari pelukanku. semenjak itu aku mulai sadar pikiran dan hatiku tidak terkendali, arah mata angin kehidupanku kacau balau, aku (hatiku) resmi sekarat . aku tidak ingin ber-egois ria mempertahankan kamu demi menghindarkan rasa sakit dan nyeri yang menyesakkan dada. tapi saat itu juga, malam itu juga seluruh tembok pertahananku runtuh. liquid yang kutahan berbulan-bulan mulai menetes tanpa jeda. aku terisak dalam sepi, sendirian. aku menjadi sangat gampang menangis ketika semua bayangan dan memori tentang dirimu bergulir di hati dan pikiranku. kamu tahu? aku benci menangis, itu membuatku terlihat lemah dan sangat kekanakan. tapi tahukah kamu, hatiku benar-benar memerlukan kamu. aku benci semua emot :) yang kamu kirim ketika aku menangis memikirkanmu. aku benci karena aku tahu itu hanya senyuman palsu untuk menunjukkan padaku kamu baik-baik saja.
aku dan kamu (sangat) tahu aku tidak mungkin membencimu.
0 komentar:
Posting Komentar