Pernah percaya intuisi?
pernah merasa kamu meyakini sesuatu yang bahkan kamu tidak tahu benar ada atau tidak?
dan pernahkah kamu mendapat tanda akan sesuatu?
terserah,
aku mengalaminya.
dan saya lelah, saya bahkan seperti tidak mengenal siapa diri saya sendiri
saya lelah bertanya kepada diri saya sendiri,
saya sangat negatif hampir kepada setiap hal,
karena mungkin saya selalu takut akan resiko kebahagiaan.
percayakah kalian bahwa setelah tawa, tangismu akan datang beriring.
berbahagialah mereka yang dapat tertawa sekaligus berurai air mata
karena saat ini saya tidak dapat menangis.
dan itu membuktikan betapa lemahnya saya ini.
sepotong lamunan
Diposting oleh
Unknown
on Rabu, 16 April 2014
/
Comments: (0)
pedih,
kecewa,
ribuan bulir air mata,
angin pertengahan April,
siulet buram di pelupuk mata,
menantikan harapan yang tidak berbalas,
kering,
perih menyayat,
kembali kutundukkan kepala,
berdoa kali ini lebih lama dan panjang dari biasanya,
tanpa kusadari,
lagi-lagi kusisipkan namanya di dalamnya,
sebaris, beberapa kalimat,
sebait hingga akhirnya bercerita kepada Tuhan,
cerita tentang ratusan pertanyaan dan keraguan atas hal yang sedemikian abstrak,
"sebodoh apa anakmu ini Tuhan?",
hening, kudengar sayup angin melewati pundak,
dingin,
hatiku dingin Tuhan.
Stase hati
Diposting oleh
Unknown
on Minggu, 23 Maret 2014
/
Comments: (1)
Apakah patah hati sememabuk-kan cinta?
Apakah patah hati hanya bagi mereka yang bersalah?
ataukah patah hatinya seseorang selalu akan berakibat buruk bagi mereka?
Saya tidak tahu, tidak cukup seinci pun tahu.
tsk, bodoh.
wanita yang mengkhawatirkan setiap langkah yang akan kamu ambil demi mencapai citamu,
wanita yang memasang kompres demam dan menyuapimu di saat kamu tidak cukup sehat,
wanita yang akan menomor-duakan kesehatan dan kepentingannya sendiri demi untuk melihat senyummu,
wanita yang tidak pernah menuntut untuk diberikan apapun selain kesetiaan dan cinta kasih darimu.
Para wanita yang saya hormati dan hargai perjuangannya, karena tidak mudah melakukan hal itu hanya karena didasari satu alasan,
Saya menyayangi dia.
Tolong teman, pertahankan-lah wanita itu.
Dan sekarang inilah saya, meraba-raba apa itu kesendirian
membiasakan diri untuk tidak berporos pada satu nama,
membunuh setiap sel hidup di dalam hati dan perasaan saya,
mencoba tidak mengharapkan apapun, bahkan untuk sekedar berpikir akan adanya kemungkinan itu.
saya wanita yang patah hati, mendoakan diri saya sendiri untuk cukup kuat hidup tanpa hati ini lagi.
23.22 WITA
Minggu, 23 Maret 2014
Sepotong sisa hati yang menyepi
Apakah patah hati hanya bagi mereka yang bersalah?
ataukah patah hatinya seseorang selalu akan berakibat buruk bagi mereka?
Saya tidak tahu, tidak cukup seinci pun tahu.
saya pernah mengalami ini berkali-kali, tapi tidak pernah cukup cerdas untuk mengantisipasi dan membuat benteng pertahanan untuk hati saya sendiri.
Saya wanita layaknya wanita seumumnya, digoda oleh manisnya sesuatu bernama cinta dan lupa akan hal lainnya, sura (mabuk) dalam pusaran hal itu dan mulai mengabaikan logika.
Serak suara hati saya mengemis ampun saat ia merasa pedih teramat sangat, setiap sisinya disayat-sayat kecewa, dilengkapi oleh pasukan air mata yang dengan murah hatinya melepaskan bergalon-galon ekstrak emosi dan gumpalan cacian terhadap lemahnya diri saya sendiri terhadap ia. ia yang bernama cinta.
tsk, bodoh.
percayalah kawan, jika kalian para pria yang membaca tulisan ini jangan pernah lepaskan dan sia-siakan seorang wanita yang rela mengorbankan waktu, tenaga, tangisnya, tawa bahkan setiap bulir keringat atas usaha yang tak pernah ia hitung atau ia bahkan pikirkan resiko apa yang diambil.
Pertahankan ia, wanita yang mau menemanimu di saat terendah dihidupmu, di saat kamu menangis kecewa karena mungkin pekerjaan dan tekanan luar biasa mengejar,
wanita yang mau mengusap keringatmu tanpa malu akan pandangan orang disekitarnya,wanita yang mengkhawatirkan setiap langkah yang akan kamu ambil demi mencapai citamu,
wanita yang memasang kompres demam dan menyuapimu di saat kamu tidak cukup sehat,
wanita yang akan menomor-duakan kesehatan dan kepentingannya sendiri demi untuk melihat senyummu,
wanita yang tidak pernah menuntut untuk diberikan apapun selain kesetiaan dan cinta kasih darimu.
Para wanita yang saya hormati dan hargai perjuangannya, karena tidak mudah melakukan hal itu hanya karena didasari satu alasan,
Saya menyayangi dia.
Tolong teman, pertahankan-lah wanita itu.
Wanita itu pantas untuk diperlakukan sebaik ia memperlakukan orang yang ia sayang, jika kamu merasa cukup baik, perlakukan dia sebaik ia melakukannya terhadapmu.
Cintai ia dengan tulus ikhlas, dan berbahagialah karena memiliki satu sama lainnya.Dan sekarang inilah saya, meraba-raba apa itu kesendirian
membiasakan diri untuk tidak berporos pada satu nama,
membunuh setiap sel hidup di dalam hati dan perasaan saya,
mencoba tidak mengharapkan apapun, bahkan untuk sekedar berpikir akan adanya kemungkinan itu.
saya wanita yang patah hati, tidak pernah sekalipun berucap bosan akan rutinitas mencintai karena saya hanya memakai hati tidak logika.
saya wanita yang patah hati, berdoa untuk kebahagiaan ia yang saya cintai.saya wanita yang patah hati, mendoakan diri saya sendiri untuk cukup kuat hidup tanpa hati ini lagi.
23.22 WITA
Minggu, 23 Maret 2014
Sepotong sisa hati yang menyepi
fase itu lagi
Diposting oleh
Unknown
on Selasa, 11 Februari 2014
/
Comments: (0)
saya sampai di fase ini lagi, fase terluka
fase paling menyedihkan dalam lingkaran urutan kehidupan percintaan
memang ini bukan kali pertama
namun rasanya sama saja, malah semakin terasa memberatkan
selalu saja, menyesakkan dan melumpuhkan setiap indra saya,
kontrol akan pikiran dan hati kacau balau.
rusak, dan hancur
iya menyedihkan.
mengagumkan memang Tuhan dapat menciptakan hal bernama cinta dan rasa.
mengagumkan sekali saat kita tau seseorang dapat menjadi poros kehidupan kita,
sumber dari tawa dan tangis di saat yang sama.
bahkan ia dapat dengan mudahnya membolak-balik ritme kehidupan kita.
dan saya hanya manusia,
satu manusia yang sudah pernah menikmati manis dan pahitnya rasa,
tidak adil memang saat saya hanya berharap bahagia dalam suatu kisah
selalu berharap akan cerita yang berujung"happily ever after"
dan sekarang saya meragukan semuanya,
karena realitas dan idealitas bedanya setipis kertas
sekuat apapun bertahan hanya tinggal masalah waktu menyadarkanmu, bahwa ia tidak ada lagi disana
ia yang jadi penawar rindumu,
ia yang mengisi sela jari-jarimu,
ia yang memelukmu saat kedinginan,
ia yang menyuapimu saat engkau sakit,
ia yang mencintai setiap kekurangan dari dirimu,
dan saya yang telah jatuh cinta dalam sempurnanya ia mencintaiku
jatuh terlalu dalam.
entah itu yang disebut ketulusan atau malah kebodohan
jika memang tulus, tapi mengapa tak pernah berbalas baik
jika itu bodoh, mengapa begitu yakin
saya lelah,
bukan lelah untuk mempertahankan, lelah karena harus mencicipi sakit ini lagi dan lagi
bolehkah saya meminta satu saja, kebahagiaan.
semua orang menginginkan itu bukan?
dan kebahagiaan saya sederhana,
sangat sederhana,
menghabiskan hidup dan waktu denganmu.
fase paling menyedihkan dalam lingkaran urutan kehidupan percintaan
memang ini bukan kali pertama
namun rasanya sama saja, malah semakin terasa memberatkan
selalu saja, menyesakkan dan melumpuhkan setiap indra saya,
kontrol akan pikiran dan hati kacau balau.
rusak, dan hancur
iya menyedihkan.
mengagumkan memang Tuhan dapat menciptakan hal bernama cinta dan rasa.
mengagumkan sekali saat kita tau seseorang dapat menjadi poros kehidupan kita,
sumber dari tawa dan tangis di saat yang sama.
bahkan ia dapat dengan mudahnya membolak-balik ritme kehidupan kita.
dan saya hanya manusia,
satu manusia yang sudah pernah menikmati manis dan pahitnya rasa,
tidak adil memang saat saya hanya berharap bahagia dalam suatu kisah
selalu berharap akan cerita yang berujung
dan sekarang saya meragukan semuanya,
karena realitas dan idealitas bedanya setipis kertas
sekuat apapun bertahan hanya tinggal masalah waktu menyadarkanmu, bahwa ia tidak ada lagi disana
ia yang jadi penawar rindumu,
ia yang mengisi sela jari-jarimu,
ia yang memelukmu saat kedinginan,
ia yang menyuapimu saat engkau sakit,
ia yang mencintai setiap kekurangan dari dirimu,
dan saya yang telah jatuh cinta dalam sempurnanya ia mencintaiku
jatuh terlalu dalam.
entah itu yang disebut ketulusan atau malah kebodohan
jika memang tulus, tapi mengapa tak pernah berbalas baik
jika itu bodoh, mengapa begitu yakin
saya lelah,
bukan lelah untuk mempertahankan, lelah karena harus mencicipi sakit ini lagi dan lagi
bolehkah saya meminta satu saja, kebahagiaan.
semua orang menginginkan itu bukan?
dan kebahagiaan saya sederhana,
sangat sederhana,
menghabiskan hidup dan waktu denganmu.
kerikil
Diposting oleh
Unknown
on Senin, 20 Januari 2014
/
Comments: (0)
aku hanya batu kerikil.
aku kecil namun menyakitkan.
aku dapat membuatmu tersandung, dan menjatuhkanmu
dan rasanya pasti sakit
tapi jangan khawatir, penghalangmu kini sudah hilang
kamu dapat melangkah dengan bebas sekarang, berlari bahkan melompat sesukamu
karena batu kerikil itu telah hilang,
hancur bersama angin.
aku kecil namun menyakitkan.
aku dapat membuatmu tersandung, dan menjatuhkanmu
dan rasanya pasti sakit
tapi jangan khawatir, penghalangmu kini sudah hilang
kamu dapat melangkah dengan bebas sekarang, berlari bahkan melompat sesukamu
karena batu kerikil itu telah hilang,
hancur bersama angin.
a women
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (2)
wanitamu tidak pernah meminta lebih,
hanya ucapan perhatian seperti "tidurlah lebih cepat dan semoga cepat sembuh"-pun itu cukup
hanya sedikit.
tidak banyak.
bahkan jika tidak ada, ia tak akan memaksa. ia akan tetap tersenyum.
ia akan tetap menjadi wanita yang mencintaimu.
wanita yang ditengah lelahnya, selalu meresahkanmu.
apa kau sudah makan atau belum,
wanita yang ditengah kesibukannya, akan selalu memikirkan keadaanmu
wanita yang mau menempuh jarak hanya untuk melihatmu sarapan pagi
wanita yang paling khawatir saat kau terluka atau sakit
dan ia yang menangis terdiam saat kau mengacuhkannya
ya, ia hanya seorang wanita,
yang terlalu larut dalam cinta
jangan takut ia akan pergi, ia bahkan tidak berani memikirkannya
justru ia yang sering ketakutan, rasa takut yang merisaukan
logika,hati bahkan kesadarannya
ia sakit, sakit yang bahkan ia tak tahu obatnya
ia baru sadar ketika rasa pilu dihatinya dihapus semenit oleh tawamu
menurutmu itu apa?
bodoh? kurang waras?
tidak kawan, ia hanya jatuh cinta
denganmu.
hanya ucapan perhatian seperti "tidurlah lebih cepat dan semoga cepat sembuh"-pun itu cukup
hanya sedikit.
tidak banyak.
bahkan jika tidak ada, ia tak akan memaksa. ia akan tetap tersenyum.
ia akan tetap menjadi wanita yang mencintaimu.
wanita yang ditengah lelahnya, selalu meresahkanmu.
apa kau sudah makan atau belum,
wanita yang ditengah kesibukannya, akan selalu memikirkan keadaanmu
wanita yang mau menempuh jarak hanya untuk melihatmu sarapan pagi
wanita yang paling khawatir saat kau terluka atau sakit
dan ia yang menangis terdiam saat kau mengacuhkannya
ya, ia hanya seorang wanita,
yang terlalu larut dalam cinta
jangan takut ia akan pergi, ia bahkan tidak berani memikirkannya
justru ia yang sering ketakutan, rasa takut yang merisaukan
logika,hati bahkan kesadarannya
ia sakit, sakit yang bahkan ia tak tahu obatnya
ia baru sadar ketika rasa pilu dihatinya dihapus semenit oleh tawamu
menurutmu itu apa?
bodoh? kurang waras?
tidak kawan, ia hanya jatuh cinta
denganmu.