Teruntuk, kamu..

Aku pernah berkeinginan jatuh cinta dengan sederhana, kepada orang biasa. orang yang baik hati dan budinya, yang juga mau menerimaku apa adanya saya. 
namun, sepertinya aku menyukai seseorang yang tidak biasa.
Iya, kamu.
kamu yang (masih) hadir tanpa permisi.
tanpa pernah mengucap selamat pagi, bahkan ketika pergi.
kamu yang selalu berucap lugu akan tiap detail yang kutanya, kamu yang jarang bertanya hal yang biasa.
jarang kudengar kalimat, "sudah makan?", "lagi ngapain?", kalimat-kalimat standar pasangan yang sedang dekat.
Pasangan? sudahkah kita jadi sepasang? 
belum, tidak tahu.

Aku dan kamu mungkin masih dalam proses, sedang berproses menjadi kita.
Proses yang mungkin sedikit memakan waktu dan melelahkan, tapi aku berharap hasilnya setimpal.
bukankah, aku dan kamu telah menceburkan sebelah kaki kita ke dalam air yang sama? 
buatku, saya akan coba menjalani ini dengan segala resiko yang mengiringi. Sudah kadung sebelah kaki tercebur, maka saya akan menceburkan seluruh tubuh saja.
aku tidak ingin ini disebut cinta lokasi, yang ketemunya singkat, jadinya sekejap, namun berakhir secepat kilat.
aku tidak butuh hubungan yang instan.
kamu sudah pernah mengecap perihnya pengkhianatan dan dusta dalam hal bernama kasih, tapi sudah kukatakan aku menitipkan kepercayaanku padamu. jaga itu dan aku akan berlaku sama.
maka, berproseslah sebaik mungkin.

Memang banyak hal berbeda di diriku dan kamu, yang tidak bisa ditampik kehadirannya.
tapi bukankah kita bersama untuk bisa menerima dan melengkapi satu dengan lainnya?
aku tidak ingin menyimpan ragu sejak awal, perbedaan antara kita baru akan melebur jika aku mau belajar untuk berjalan bersama orang yang berbeda sifat denganku.
semoga ini tidak akan menjadi hubungan yang seumur jagung tapi meninggalkan bekas seumur pohon kelapa.


kamu memang bukan orang yang biasa (untukku), maka sulit untuk bersikap biasa padamu.
selamat malam, kamu.

lingkaran kamu, dia dan saya

jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia...

itu penggalan refrain dari lagunya astrid yang judulnya jadikan ku yang ke-2, yang sempet nge-hits pas jaman smp dulu. tapi biar lagunya easy listening, saya tetep 'ga setuju sama isi dari lagu itu. kalau dicermati salah satu bait liriknya kaya gini,

... Tetapi hatiku, telah memilihmu,
walau kau tak mungkin tinggalkannya

... Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walaupun kau, tak ‘kan pernah
Kumiliki selamanya


intinya, si B mau dijadiin yang kedua walaupun si A udah jelas masih berstatus pacar orang, which is mean mereka mau aja SELINGKUH. (sengaja di red-bold-underline)
selingkuh, main belakang, nusuk diam-diam etc apapun sebutannya saya berusaha keras untuk tidak bersangkut paut dengan hal tersebut.
 "ini masalah perasaan bro", itu pembenaran yang diajukan oleh pelaku ajang tipu menipu hubungan ini. hell-O kamu ga mikir apa perasaan dari pihak yang jadi keledai disini karena dibohongi dan dikhianati abis-abisan.
karena itulah saya paling males berurusan sama cwo yang notabene masih jadi laki orang. 

Sekali saja, saya tahu ia yang menarik hati ternyata masih dimiliki, oke sayonara aja deh.
Tapi sekali lagi, kita manusia berencana dan Tuhan yang men-set segalanya dengan alur yang gatau mulainya dari mana sampe akhirnya kemana.
"kamu" udah jelas-jelas termasuk kedalam tipe cowo yang (memang) seharusnya saya jauhi, tapi ketika dadu permainan telah dilempar maka seketika itu pula saya masuk dalam skenario abu-abu. 
Dimana harusnya hati dan logika bersinergi namun mereka malah "mepuik" , mereka saling berkontradiksi. Logika jelas said BIG NO, dan hati kecil menjawab lemah "aku ga bisa melawan rasa yang ada". 
oh PLEASE !!

saya gamau menyakiti siapapun, dengan alasan apapun. Saya juga tidak ingin membenarkan semua ketidakjujuran, yang mungkin nantinya akan menyakiti seseorang diluar sana. Kasarnya, saya seperti mengambil kepunyaan orang yang saya jelas TIDAK kenal. Apa coba salahnya dia sampai saya harus bersikap begitu. 
Jutaan pikiran dan argumen saling bergulat berusaha memenangkan pihaknya.
Sudah, saya tetap berprinsip untuk tidak bermain api. 
api itu panas, dan apa bila tersambar, saya terbakar. 
KARMA huh? at least hati nurani saya mengatakan setuju pada akhirnya

Saya mendapat kejutan kecil saat kamu berbohong perihal statusmu, entah itu hanya canda  atau sebaliknya. Tapi kamu sudah berbohong. dan saya benci dibohongi, lebih dari benci saya kepada orang yang merokok di muka umum.
Kejujuran itu modal utama untuk membangun suatu hubungan loh, dan saya mau segalanya dimulai dengan hal itu.
Hubungan yang jujur, murni dan yang terpenting tidak menyakiti siapapun.
Ingatlah, sesuatu apapun yang dimulai dengan menyakiti orang lain tidak akan berakhir dengan baik.

Walaupun akhirnya kamu jujur bercerita tentang keadaan hubunganmu dengan dia
Apapun dan bagaimanapun, aku menyimpulkan bahwa you haven't finish yet. 
Kamu belum menyelesaikan semua urusanmu dengan dia-kekasihmu sampai saat ini. 
Dan aku tidak akan melangkah masuk jika urusanmu yang kemarin belum tuntas. 
Selesaikan lah segala yang kamu anggap perlu diselesaikan, artinya akan ada tiga opsi,
1. menyelesaikan kisahmu yang katanya sudah tidak ada tujuannya a.k.a menyudahi hubunganmu dengan dia
2. menyelesaikan cerita yang bahkan belum menyentuh prolognya, saya dan kamu masih di kata pengantar.
3. menyelesaikan satu kisahmu yang kemarin, dan yang baru sampai kata pengantar ini :"

Ini masih merupakan opsi-opsi yang kusediakan, entah ada opsi lainnya itu bisa dibicarakan nanti TAPI tidak akan pernah ada opsi untuk memiliki keduanya-dia dan saya
EXTREMELY NO, karena jika kamu memilih opsi itu, its my turn to choose then i'll definitely gone.
so, think it carefully guy.

semoga engkau dapat memilah dan mimilih berdasarkan hati dan nuranimu
ditulis dengan perasaan sendu 
oleh
seorang teman wanitamu

siapa "kamu" ?

banyak yang bertanya-tanya siapakah tokoh "kamu" dalam tiga tulisan saya sebelumnya, saya tidak mungkin asal sebut merek disini. siapa saya ya sampai berani bersikap kurang sopan seperti itu --"
"kamu" adalah orang (cukup) baru di hidupku.
 dari pernyataan tadi saja, sudah dapat disimpulkan bahwa ia bukanlah orang lama, masa lalu atau bla bla bla.

Sedikit membingungkan mungkin karena beberapa tulisan kebelakang hampir senada temanya, mengagumi dan menyukai. tapi jika dicermati, waktu saya menulis antara tulisan yang satu dengan yang lain berselang cukup lama. jadi kesimpulannya, YA saya sepertinya menemukan orang baru dan TIDAK karena subyek tulisan saya memang orang yang berbeda dengan yang lalu.

ia baik, namun pendiam. agak sulit dimengerti tapi polos dan cenderung kekanakan. #soktaukan
saya suka melihatnya tertawa, dan saat ia membuatku tertawa karena tingkahnya.
mungkin kalian akan bosan karena sepertinya dalam beberapa waktu ini, saya suka menulis tentangnya.
agar saya tidak lupa,  tidak lupa bagaimana cerita yang mungkin suatu saat hanya akan jadi kenangan dan tidak (ingin) diingat di masa depan nanti.





lagi-lagi kamu

aku dan kamu begitu berbeda, banyak hal yang tidak sama dan yang kita tidak sependapat.
seperti, tidak menyukai hobi yang sama. 
aku suka menulis, dan kau lebih suka berdua dengan laptopmu. bahkan kalian seperti tak terpisahkan. 
kau menganut aliran hidup sehat, sedangkan aku masih normal saja. 
kau lebih suka film kartun, aku lebih memilih drama. 
dalam setiap obrolan singkat saja, aku dan kamu akan berada di dua kutub berlawanan. aku utara dan kau selatan.

tapi,
aku lebih suka kita begitu. bukankah jika ada perbedaan, baru disitulah kita bisa saling melengkapi dan menutupi celah yang ada. beruntung kepercayaan kita masih sama, aku masih trauma dengan hal lalu. dan kita menyukai satu movie yang secara tidak sengaja mendekatkan kita.
aku juga tau (pasti) , magnet dengan kutub yang sama tidak akan pernah bersatu. dan aku mensyukuri hal tersebut.

namun ada hal yang lebih penting,
aku masih berharap, kamu dan aku tidak akan melanjutkan kisah yang sepertinya saat ini tidak akan menemukan ujungnya. 
kamu masih dengan posisi setiamu dengan-nya yang jauh disana.
aku akan tetap berpegang pada janji hatiku, untuk tidak akan menjadi duri dalam hubungan kalian.
maka aku hanya bisa berdoa,

jika memang perhentianku adalah engkau. 
semoga semua bisa dimulai dengan awal yang baik tanpa menyakiti siapapun.

Tuhan memberkati aku, kamu dan dia. kita semua.

menunggu yang (tak) berjanji

hari ini tema yang pas sepertinya adalah menunggu. yup saya hari ini menunggu seseorang dan sesuatu, bodohnya saya baru sadar saya menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah berjanji. 
entahlah, ia yang lupa atau saya yang terlalu ingat.
saya juga baru mengerti ini lah ketakutan yang sudah dapat saya buktikan.  Lucu rasanya berada dan merasakan posisi ini.  dimana saya harap-harap cemas menanti ia menampakkan batang hidungnya. dan pada saat-saat terakhir ia ternyata tidak datang.
saya merasa kehilangan bahkan sebelum (sempat) memiliki. 

akhirnya saya memilih menyudahi kegiatan membunuh waktu saya, bagi saya ini cukup untukku menyimpan semuanya. saya tidak akan menunggu kamu setiap detik di tempat yang sama, dan bersikap seolah semua akan jadi baik. no im NOT.  saya sudah belajar memanjangkan rasa sabar dan menjalani kegiatan tunggu itu dengan perasaan yang nano-nano. dan mungkin cukup bagi saya untuk menunggu hal yang mungkin pasti tidak akan datang. mungkin dapat dibilang ini kesalahan, tapi ada yang juga membenarkan. 
dan saya tidak berharap anda meminta maaf karena saya tahu, anda (sepertinya) tidak tahu.
Jadi, tidak ada yang salah dengan melakukan hal yang belum benar, itu hanya pelajaran untuk bertemu dengan kebenaran nantinya. 

hari yang dingin sedari pagi hingga menggapai dini hari
yang (masih) sepi

BCL - kecewa


sedikit tentang saya dan (mungkin) anda

jangan sekali-kali masuk ke dalam lingkaran hidup seseorang jika kamu hanya sekedar ingin bermain di dalamnya. hello, kita bukan lagi anak sma-smp yang doyan main kucing-kucingan. if you wanna in, just stay and if u want to play, get hell out of my life.
saya terlalu lelah untuk sekedar diajak bermain kesana kemari, mungkin sudah waktunya untuk belajar serius dalam hal ini,  bukan berarti yang lalu-lalu tidak dijalani dengan serius.

saya mungkin baru sebentar mengenalmu, mungkin terlalu sedikit hal yang kutahu tentangmu, dan terlalu pendek tulisan yang bisa kubuat mengenai dirimu.
dan aku mungkin terlalu cepat menulis tulisan ini.

banyak kata mungkin disana, kenapa? karena mungkin akupun masih dihinggapi ragu saat menulis ini. sangat menyenangkan waktu yang sebentar kita lewati bersama. tapi saya tahu diri. tidak akan kuberani menyimpan rindu ataupun harap. toh kaupun sudah termiliki. 
Tenanglah, saya akan berusaha menjaga garis yang (masih) coba saya pertahankan.
tetaplah jadi dirimu yang itu, yang lebih mirip adikku ketimbang pria dewasa seperti pacar-pacarku yang lalu. 
ah aku sudah berbicara lebih banyak dari yang kukira. sudah ya, badanku teriak minta diistirahatkan. 
aku berharap kamu tetap bahagia dengan dia yang kamu (telah) pilih.

biar sedikit itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali
papoy :3

memory box

kamu tahu kan masa lalu itu adalah kenangan?
kenangan itu unik karena tanpa perlu di-klik ia akan tercetak baik di pikiran orang yang mengalaminya, tanpa perlu dibingkai ia akan selalu ditemukan di sisi hati terdalam dan ia mungkin tidak akan rusak dimakan rayap karena selalu disimpan dalam kotak.
kotak apa? entah, saya bingung mendeskripsikannya.
aku beranggapan setiap keping kenangan akan ditampung dalam kotak kotak pikiran yang terkoneksi langsung dengan hati, dimana tiap kenangan bersinggungan dengan saraf refleks pada tiap bagian tubuh.
itu mungkin menjelaskan mengapa, kita kadang melakukan hal refleks saat mengingat sesuatu. ingat ya ini hanya hipotesa pribadiku tidak untuk dianut ya :3
ketak yang diisi terus akan penuh dan digantikn dengan kotak yang baru, kotak yang lama akan semakin terpinggir dan tidak terlihat atau lebih tepatnya tersembunyi dengan aman. saat kita diingatkan dengan satu bagian kenangan, kita akan mencari kotak perihal kenangan yang ada disana.
hei ia memang ada disana, selalu disana. 
kadang memang kita perlu bersih-bersih hati, menyimpan hal itu ke dalam kotak biarkan ia mendebu di pojok tersembunyi.

the past is the past, and it always will be.
and if we try to erase it, it will just get worse.
and sometimes we  might try to get back.
but there's a reason, why it called past and not the present.
just take what you have learned,
and let life play it game


 

teruntuk kalian, teman baik



Kalian tau kan gimana rasanya kecewa? Yup, kecewa itu yang pasti ga enak. Catet ya, GA ENAK ! semua orang pasti pernah ngalamin rasa kecewa karena alasan apapun dan ke siapapun itu. Sama, saya sekarang juga ngerasain yang sama, kecewa ke salah satu temen deket cwo. Ini ga ada hubungannya sama sekali dengan masalah perasaan cinta-cintaan, ini murni perasaan kecewa dari seorang teman.

Aku ga tahu sebenarnya aku telah menceburkan diriku kedalam permainan seperti apa, dan aku bener-bener gatau siapa yang sebenarnya lebih jahat dari yang beneran jahat.
Ugh, coba deh kalian pikir perasaan kami-temen-temen disini, semuanya jadi korban dari perang kepentingan egois kalian. 
Anda bisa bilang , “aku KECEWA sama kamu!” coba TOLONG PIKIRKAN ulang, lebih kecewa mana, saya orang yang mungkin anda sudah fitnah berulang kali di otak dan pikiran anda bahakan mungkin dalam keseharian, yang anda sering acuhkan dengan sengaja saat saya berusaha menapa dengan baik, orang yang ikut jadi pelampiasan kemarahan ga jelas anda padahal jelas saya TIDAK melakukan kesalahan apapun. Dangkal sekali pikiran anda.

Saya berharap lebih baik dari anda dan anda juga, berharap jika kalian bisa bersaing secara benar dan sportif untuk hal yang bertujuan baik untuk kepentingan bersama. TOLONG sekali lagi renungkan dengan lebih mendalam, saya TIDAK berada si pihak siapapun, saya memilih untuk mengabdikan diri saya dan memberdayakan kemampuan yang saya miliki untuk membantu kegiatan organisasi ini. saya bukan orang politik dan jujur saya benci akan hal itu, tapi saya sepertinya sudah terperangkap dalam gelombang plitik yang kurang sehat. Saya benci keadaan ini, berada di tengah-tengah dua orang yang adalah TEMAN BAIK saya bahkan sebelum saya dan mereka masuk ke organisasi ini. Mungkin benar lingkungan angat mempengaruhi perubahan dari seseorang, dan sekarang saya akan bertanya LEBIH KECEWA SIAPA? SAYA ATAU ANDA?
Saya menulis ini dengan perasaan kecewa yang masih basah, emosi saya hampir tidak tertahan , sakit sekali rasanya di-judge seperti ini oleh orang yang kita justru anggap mengenal kita lebih baik. Mungkin sekarang saya tahu, saya yang tidak mengenal mereka dengan baik setelah 2 tahun belajar bersama. Benar memang kata seorang bijak bahwa dunia politik terlalu kejam untuk orang yang tidak tahu apa-apa. Dan saya tidak berhubungan baik dengan itu. 
Semoga kalian, temanku yang bak dapat menemukan jalan terang dan benar di hati kalian, sadar bahwa apa yang kalian lakukan tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Seorang pemimpin hendaknya dapat menekan ego dirinya sehingga berpikir dan bersikap dewasa.

Sekali lagi, saya menuliskan ini semata untuk membuka mata dan hati kalian. Kalian adalah calon orang hebat dengan segala kemampuan yang dimiliki, pergunakan itu dengan bijak. Saat berperang, bertarunglah sebagai ksatria, menang dengan bijak dan kalah dengan hormat. Aku masih akan selalu menanti kepulangan teman baikku.

salam,
seorang teman (yang sepertinya) baik
 

© Copyright Semangkuk Cerita . All Rights Reserved.

Designed by TemplateWorld and Provided By Free Blogger Templates | Free Website Templates