namun, sepertinya aku menyukai seseorang yang tidak biasa.
Iya, kamu.
kamu yang (masih) hadir tanpa permisi.
tanpa
kamu yang selalu berucap lugu akan tiap detail yang kutanya, kamu yang jarang bertanya hal yang biasa.
jarang kudengar kalimat, "sudah makan?", "lagi ngapain?", kalimat-kalimat standar pasangan yang sedang dekat.
Pasangan? sudahkah kita jadi sepasang?
belum, tidak tahu.
Aku dan kamu mungkin masih dalam proses, sedang berproses menjadi kita.
Proses yang mungkin sedikit memakan waktu dan melelahkan, tapi aku berharap hasilnya setimpal.
bukankah, aku dan kamu telah menceburkan sebelah kaki kita ke dalam air yang sama?
buatku, saya akan coba menjalani ini dengan segala resiko yang mengiringi. Sudah kadung sebelah kaki tercebur, maka saya akan menceburkan seluruh tubuh saja.
aku tidak ingin ini disebut cinta lokasi, yang ketemunya singkat, jadinya sekejap, namun berakhir secepat kilat.
aku tidak butuh hubungan yang instan.
kamu sudah pernah mengecap perihnya pengkhianatan dan dusta dalam hal bernama kasih, tapi sudah kukatakan aku menitipkan kepercayaanku padamu. jaga itu dan aku akan berlaku sama.
maka, berproseslah sebaik mungkin.
Memang banyak hal berbeda di diriku dan kamu, yang tidak bisa ditampik kehadirannya.
tapi bukankah kita bersama untuk bisa menerima dan melengkapi satu dengan lainnya?
aku tidak ingin menyimpan ragu sejak awal, perbedaan antara kita baru akan melebur jika aku mau belajar untuk berjalan bersama orang yang berbeda sifat denganku.
semoga ini tidak akan menjadi hubungan yang seumur jagung tapi meninggalkan bekas seumur pohon kelapa.
kamu memang bukan orang yang biasa (untukku), maka sulit untuk bersikap biasa padamu.
selamat malam, kamu.

