itu penggalan refrain dari lagunya astrid yang judulnya jadikan ku yang ke-2, yang sempet nge-hits pas jaman smp dulu. tapi biar lagunya easy listening, saya tetep 'ga setuju sama isi dari lagu itu. kalau dicermati salah satu bait liriknya kaya gini,
... Tetapi hatiku, telah memilihmu,
walau kau tak mungkin tinggalkannya
... Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walaupun kau, tak ‘kan pernah
Kumiliki selamanya
intinya, si B mau dijadiin yang kedua walaupun si A udah jelas masih berstatus pacar orang, which is mean mereka mau aja SELINGKUH. (sengaja di red-bold-underline)
selingkuh, main belakang, nusuk diam-diam etc apapun sebutannya saya berusaha keras untuk tidak bersangkut paut dengan hal tersebut.
"ini masalah perasaan bro", itu pembenaran yang diajukan oleh pelaku ajang tipu menipu hubungan ini. hell-O kamu ga mikir apa perasaan dari pihak yang jadi
karena itulah saya paling males berurusan sama cwo yang notabene masih jadi laki orang.
Sekali saja, saya tahu ia yang menarik hati ternyata masih dimiliki, oke sayonara aja deh.
Tapi sekali lagi, kita manusia berencana dan Tuhan yang men-set segalanya dengan alur yang gatau mulainya dari mana sampe akhirnya kemana.
"kamu" udah jelas-jelas termasuk kedalam tipe cowo yang (memang) seharusnya saya jauhi, tapi ketika dadu permainan telah dilempar maka seketika itu pula saya masuk dalam skenario abu-abu.
Dimana harusnya hati dan logika bersinergi namun mereka malah "mepuik" , mereka saling berkontradiksi. Logika jelas said BIG NO, dan hati kecil menjawab lemah "aku ga bisa melawan rasa yang ada".
oh PLEASE !!
saya gamau menyakiti siapapun, dengan alasan apapun. Saya juga tidak ingin membenarkan semua ketidakjujuran, yang mungkin nantinya akan menyakiti seseorang diluar sana. Kasarnya, saya seperti mengambil kepunyaan orang yang saya jelas TIDAK kenal. Apa coba salahnya dia sampai saya harus bersikap begitu.
Jutaan pikiran dan argumen saling bergulat berusaha memenangkan pihaknya.
Sudah, saya tetap berprinsip untuk tidak bermain api.
api itu panas, dan apa bila tersambar, saya terbakar.
KARMA huh? at least hati nurani saya mengatakan setuju pada akhirnya
Saya mendapat kejutan kecil saat kamu berbohong perihal statusmu, entah itu hanya canda atau sebaliknya. Tapi kamu sudah berbohong. dan saya benci dibohongi, lebih dari benci saya kepada orang yang merokok di muka umum.
Kejujuran itu modal utama untuk membangun suatu hubungan loh, dan saya mau segalanya dimulai dengan hal itu.
Hubungan yang jujur, murni dan yang terpenting tidak menyakiti siapapun.
Ingatlah, sesuatu apapun yang dimulai dengan menyakiti orang lain tidak akan berakhir dengan baik.
Walaupun akhirnya kamu jujur bercerita tentang keadaan hubunganmu dengan dia.
Apapun dan bagaimanapun, aku menyimpulkan bahwa you haven't finish yet.
Kamu belum menyelesaikan semua urusanmu dengan dia-kekasihmu sampai saat ini.
Dan aku tidak akan melangkah masuk jika urusanmu yang kemarin belum tuntas.
Selesaikan lah segala yang kamu anggap perlu diselesaikan, artinya akan ada tiga opsi,
1. menyelesaikan kisahmu yang katanya sudah tidak ada tujuannya a.k.a menyudahi hubunganmu dengan dia
2. menyelesaikan cerita yang bahkan belum menyentuh prolognya, saya dan kamu masih di kata pengantar.
3. menyelesaikan satu kisahmu yang kemarin, dan yang baru sampai kata pengantar ini :"
Ini masih merupakan opsi-opsi yang kusediakan, entah ada opsi lainnya itu bisa dibicarakan nanti TAPI tidak akan pernah ada opsi untuk memiliki keduanya-dia dan saya.
EXTREMELY NO, karena jika kamu memilih opsi itu, its my turn to choose then i'll definitely gone.
so, think it carefully guy.
semoga engkau dapat memilah dan mimilih berdasarkan hati dan nuranimu
ditulis dengan perasaan sendu
0 komentar:
Posting Komentar