Kalian tau
kan gimana rasanya kecewa? Yup, kecewa itu yang pasti ga enak. Catet ya, GA
ENAK ! semua orang pasti pernah ngalamin rasa kecewa karena alasan apapun dan
ke siapapun itu. Sama, saya sekarang juga ngerasain yang sama, kecewa ke salah
satu temen deket cwo. Ini ga ada hubungannya sama sekali dengan masalah
perasaan cinta-cintaan, ini murni perasaan kecewa dari seorang teman.
Aku ga
tahu sebenarnya aku telah menceburkan diriku kedalam permainan seperti apa, dan
aku bener-bener gatau siapa yang sebenarnya lebih jahat dari yang beneran
jahat.
Ugh, coba deh kalian pikir perasaan kami-temen-temen disini, semuanya
jadi korban dari perang kepentingan egois kalian.
Anda bisa bilang , “aku
KECEWA sama kamu!” coba TOLONG PIKIRKAN ulang, lebih kecewa mana, saya orang
yang mungkin anda sudah fitnah berulang kali di otak dan pikiran anda bahakan
mungkin dalam keseharian, yang anda sering acuhkan dengan sengaja saat saya
berusaha menapa dengan baik, orang yang ikut jadi pelampiasan kemarahan ga
jelas anda padahal jelas saya TIDAK melakukan kesalahan apapun. Dangkal sekali
pikiran anda.
Saya berharap lebih baik dari anda dan anda juga, berharap jika
kalian bisa bersaing secara benar dan sportif untuk hal yang bertujuan baik
untuk kepentingan bersama. TOLONG sekali lagi renungkan dengan lebih mendalam,
saya TIDAK berada si pihak siapapun, saya memilih untuk mengabdikan diri saya
dan memberdayakan kemampuan yang saya miliki untuk membantu kegiatan organisasi
ini. saya bukan orang politik dan jujur saya benci akan hal itu, tapi saya
sepertinya sudah terperangkap dalam gelombang plitik yang kurang sehat. Saya
benci keadaan ini, berada di tengah-tengah dua orang yang adalah TEMAN BAIK
saya bahkan sebelum saya dan mereka masuk ke organisasi ini. Mungkin benar
lingkungan angat mempengaruhi perubahan dari seseorang, dan sekarang saya akan
bertanya LEBIH KECEWA SIAPA? SAYA ATAU ANDA?
Saya menulis
ini dengan perasaan kecewa yang masih basah, emosi saya hampir tidak tertahan ,
sakit sekali rasanya di-judge seperti ini oleh orang yang kita justru anggap
mengenal kita lebih baik. Mungkin sekarang saya tahu, saya yang tidak mengenal
mereka dengan baik setelah 2 tahun belajar bersama. Benar memang kata seorang
bijak bahwa dunia politik terlalu kejam untuk orang yang tidak tahu apa-apa. Dan
saya tidak berhubungan baik dengan itu.
Semoga kalian, temanku yang bak dapat
menemukan jalan terang dan benar di hati kalian, sadar bahwa apa yang kalian
lakukan tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Seorang pemimpin hendaknya
dapat menekan ego dirinya sehingga berpikir dan bersikap dewasa.
Sekali
lagi, saya menuliskan ini semata untuk membuka mata dan hati kalian. Kalian
adalah calon orang hebat dengan segala kemampuan yang dimiliki, pergunakan itu
dengan bijak. Saat berperang, bertarunglah sebagai ksatria, menang dengan bijak
dan kalah dengan hormat. Aku masih akan selalu menanti kepulangan teman baikku.
salam,
seorang teman (yang sepertinya) baik
1 komentar:
hmm, ini sebuah jalan terjal yang mungkin harus km lewati dan km hadapi, untuk kedepannya agar engkau menjadi salah satu orang yang bermakna bagi semua orang.
salam, Rushend
kangrushend.blogspot.com
Posting Komentar