tawa ini..

saya pernah mendengar seseorang berkata "sebanyak apa tawa yang kau rasa sebanyak itulah tangis yang akan datang.."
perkara percaya atau tidak, saya memilih percaya karena saya tahu kita menginginkan keseimbangan dalam tiap aspek kehidupan ini.
ibarat siang dan malam hari, juga teriknya matahari dan lembabnya hujan atau langit maupun bumi. biasa dianalogikan sebagai wujud nyata dari keseimbangan itu.
tapi apakah salah jika aku merasa, kamu memberikan tawa yang lebih banyak ketimbang tangis kepadaku?
yah, mungkin belum waktunya menangis.
ujar salah satu sisi ruang batinku.



namun saat ini saya bahagia, saat tau kamu masih jadi alasan dan sebab dari tawa bahagia yang sudah terjadi.



bisakah kamu melihat, selalu terselip tawaku tiap ada kamu disisiku (pelis jangan muntah) :)
kita mungkin bukan pasangan sempurna, yang terlihat mesra dan nempel kesana kesini kaya nasi. :D
tapi yang seperti ini saja sudah membahagiakan, kan?



Kenyatannya tidak sedikit argumen dan bantahan yang saling terucap dari diri masing-masing, yah kita masih belajar. banyak hal yang masih perlu diselami dan dimengerti, prosesnya sulit namun hasilnya akan selalu baik.



kita sedang belajar, tapi saya bangga kamu selalu berusaha melindungi dan menjagaku dalam tiap kesempatan. jadi nomor urut 1 dalam daftar orang paling rewel jika saya belum makan dan kurang memperhatikan diri sendiri. marah besar saat tau saya merelakan orang lain tidur ditempat seharusnya saya tidur. tapi iapun rela tidak tidur demi orang banyak.


how could you become so kindly person? darling, i really don't know how can i fall to this cute boy, i just know better fallin' and be yours (without no reason at all) :')

kita terlalu berbeda bahkan dalam hampir berbagai hal, tapi bukankah jemari kita menggenggam erat seakan sudah direncanakan untuk serasi satu sama lainnya.


dan sadarkah kamu, setiap detail kecil yang tergores dalam lembaran kita menghadirkan senyuman, kerlingan kecil hingga tawa lebar seperti ini?
saya bahagia kaa, dan itu karena kamu.
cukup karena kita.

bersyukur karena Tuhan mempertemukan dan menyempatkan kamu dan saya jadi KITA
tulisan ini dibuat bukan untuk mengumbar, namun ingin menyadarkannya bahwa wanita ini bersyukur dan akan selalu menerima semua yang ada di dirinya dengan catatan bahwa pada akhirnya yang sejati tercipta adalah ketulusan dan kejujuran yang murni.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Semangkuk Cerita . All Rights Reserved.

Designed by TemplateWorld and Provided By Free Blogger Templates | Free Website Templates